Museum Zoologi


Museum Zoologi

SEJARAH

Museum zoologi Bogor didirikan oleh Dr. J.C. Koningsberger pada bulan Agustus 1894. Museum ini merupakan pameran ilmiah dari berbagai jenis fauna Indonesia yang memiliki ruang seluas 1.500 m2. Koleksi yang ada dalam museum ini hanyalah sebagian kecil dari koleksi ilmiah spesimen binatang yang disimpan di bidang zoologi yang terletak di cibinong Science Centre.
Jumlah binatang yang dipamerkan di museum ini sekitar 2.000 jenis binatang yang disajikan dalam sekitar 75 kotak dan 60 vitrine. Koleksi museum antara lain terdiri dari bermacam-macam 0ffset binatang yang ada di indonesia, juga terdapat kerangka ikan paus biru (Balanoptera Musculus) yang terbesar di Indonesia.

PROFIL

KEUNIKAN
Museum Zoologi Bogor terlihat suram dan temaram. Entah kenapa. Barangkali karena tidak mendapatkan perhatian yang layak dan anggaran yang cukup dari negara. Padahal tempat seperti ini sangat menarik dikunjungi serta menjadi tempat pendidikan dan obyek wisata sains yang sangat menarik.
Obyek pameran lain yang menarik adalah fosil dinosaurus yang sangat besar. Fosil binatang purba besar Diplodocus longus yang dijumpai di Utah ini diletakkan di tengah ruang pameran. Ia dikelilingi fosil-fosil hewan purba lain. Fosil binatang purba ini berusia 230 juta tahun. Selain itu, ada Tyrannosaurus rex, binatang purba pemangsa yang masih terlihat menakutkan setelah 65 juta tahun.
Di ruangan dinosaurus ini juga bisa dilihat periode evolusi perkembangan kehidupan bumi dihubungkan dengan fosil yang ditemukan. Dari bawah lantai dasar kita akan dibawa memutari ruangan tengah menuju lantai kedua yang penuh dengan fosil. Pada bagian atas, ada fosil nenek moyang burung yang merupakan binatang pemangsa yang paling ditakuti makhluk lainnya. Ini merupakan bukti sejarah bahwa ternyata Jurassic Park memang benar-benar ada.
Keunikan lain museum ini adalah pelayanan yang serba ada, hampir dari A hingga Z dijumpai di sini. Kalau kelelahan, kita bisa mampir di kafe yang tersedia di sekitar museum. Begitu pun bila ingin mendapatkan kenang-kenangan, dari boneka dinosaurus, gantungan kunci, T-shirt, hingga kartu pos. Semuanya bisa dijumpai di toserba yang disediakan di lantai dua museum ini.
Di bagian lain, kita bisa menemukan anak-anak dan ibu muda bergerombol untuk menunggu sesuatu. Ada apa gerangan? Ternyata mereka sedang menunggu seorang ahli serangga yang akan memberi makan tarantula. Tempat ini disebut sebagai The Orkin Insect Zoo. Di tempat ini, para ahli serangga berinteraksi dan bertugas memberikan penyuluhan sekaligus pendidikan kepada pengunjung tentang fungsi dan peran serangga di alam.
Jangan membayangkan kebun binatang serangga ini luasnya seperti kebun binatang yang biasa. Ia hanya berukuran sekitar 6 x 6 meter. Namun, di sini disediakan aneka serangga hidup: tarantula, kecoa raksasa dari Madagaskar, belalang, dan ulat tomat bertanduk.
Secara sukarela, sambil memegang-megang serangga di tangannya, para ilmuwan menjelaskan kepada anak-anak tentang serangga. Misalnya, apa beda serangga yang kelas insekta dengan tarantula? Dengan senyumnya yang menawan, sang ilmuwan akan menjelaskan, serangga punya kaki enam (hexapoda) dan laba-laba (termasuk tarantula) punya sepuluh kaki (decapoda). Dengan demikian, anak-anak akan mendapatkan penjelasan dasar tentang taksonomi serangga. Sebuah cara mengenal ilmu pengetahuan yang sangat menyenangkan.
KOMENTAR

Published in: on August 15, 2009 at 2:43 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://dickymuhammad09.wordpress.com/2009/08/15/museum-zoologi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: